Louis Vuitton, Pengangguran Melarat di Balik Berdirinya Merek Terkenal Dunia

Berbicara fashion dan glamour tentu tak lepas dari brand mewah satu ini. Salah satu merek besar asal Paris sudah menciptakan beragam produk fashion mewah. Apalagi kalau bukan Louis Vuitton (baca: lui vitong). Berdiri sejak 1854, produknya kini tersebar ke seluruh belahan dunia. Mulai dari original, maupun yang palsu (kw).

Nama besar Louis Vuitton memang tak terbantahkan. Namun, tak banyak tahu bahwa cerita di balik merek terkenal tersebut berasal dari seorang pemuda pengangguran dan miskin, Louis Vuitton. Kecerdasan berpadu keuletan sang Louis Vuitton muda melahirkan inovasi-inovasi tergambar jelas pada produk-produknya, yang kemudian mendunia.

Louis Vuitton, pengangguran miskin yang cerdas

Terlahir dekat perbatasan Prancis pada tahun 1821, kehidupan Louis Vuitton sangatlah merana. Pekerjaannya hanya serabutan dan tidak cukup untuk menghidupi kehidupannya dengan lebih baik. Dia terpaksa mengungsi dari satu tempat ke tempat lain, sejak usia yang masih sangat belia, 14 tahun. Saat usianya yang menginjak 16 tahun, nasib membawanya ke Paris dan bekerja dalam sebuah pabrik koper milik Mosieur Marechal.

Pengabdiannya selama 17 tahun pada Mosieur Marechal membekalinya pengalaman yang menjadi dasar berdirinya bisnis kopernya sendiri. Hingga pada 1854, berdirilah Louis Vuitton Malletier. Produk-produknya dengan cepat mengambil hati para bangsawan juga kalangan sosialita, serta keluarga kerajaan. Pada 1888, dia mematenkan lambang L dan V sebagai logo mereknya.

Merek termahal dunia

Saat sekarang, harga merek Louis Vuitton diprediksi menyentuh angka US$ 24 miliar. Nilai tersebut masih bisa terdongkrak naik hingga beberapa tahun ke depan, hingga mengukuhkan dominasi Louis Vuitton sebagai merek termahal dunia.

Hal itu membuat Louis Vuitton menjadi merek terbaik di Prancis, lantas begitu identik dengan kemewahan dan glamour. Bukan saja di kalangan umum, namun juga para selebritas dunia. Dengan hampir 500 butik lebih dari 60 negara, Louis Vuitton terus menghadirkan produk inovatif.
Hanya ada 1% produk Louis Vuitton asli di pasaran

Seluruh produk Louis Vuitton memiliki motif yang khas berupa gambar bunga sakura. Selain itu juga menggunakan logo monogram inisial sang pendirinya. Pada awal, penggunaan monogram dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan dari pihak kompetitor. Sayangnya, hal terjadi malah logo tersebut paling mudah untuk dijiplak. Bahkan, menjadi logo yang paling banyak dipalsukan saat sekarang.

Dari seluruh produk Louis Vuitton beredar di pasaran, ternyata hanya 1 % saja yang benar-benar original. Karena memang, Louis Vuitton hanya memproduksi tas-tas dalam jumlah terbatas setiap modelnya.

Pemalsuan itu memang datang dari para pedagang memanfaatkan celah nama besar Louis Vuitton, untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Terlebih lagi, merek Louis Vuitton sudah sangat identik dengan kemewahan serta fashion dunia, serta simbol status pemakainya.

5 Tas termahal yang pernah Louis Vuitton jual

Diproduksi dalam jumlah terbatas untuk kalangan jetset bola bet, tas-tas Louis Vuitton tersebut memiliki banderol bisa membuat orang tercengang. Namun, tetap saja sold out dalam hitungan hari sejak diluncurkan.
Berikut sejumlah tas termahal dari Louis Vuitton:

1. The Tribute Patchwork Bag ( 2007. US$ 45,000)
Meskipun desainnya terlihat aneh serta kurang diminati dan hanya dibuat 24 unit saja, namun tetap terjual dalam sekejap. Pemilik tas ini dari kalangan selebritis ada Beyonce juga Rihanna. The Tribute Patchwork Bag dibuat dengan menggabungkan 15 jenis tas yang berbeda. Cukup unik sebenarnya.

2. Crocodile Lady Bag (2014. US$ 54,500)
Desainnya sederhana serta terkesan chic. Meskipun tidak bertabur logo LV pada eksteriornya, seperti kebanyakan produk Louis Vuitton, tapi tas ini dibanderol dengan harga fantastis. Karena hampir seluruh sisi badan tas menggunakan kulit buaya asli.

3. Crocodile Skin City Steamer (2015. US$ 55,500)
Mirip dengan Crocodile Lady Bag, tas ini juga menggunakan kulit buaya. Bentuknya lebih elegan juga eksklusif. Tak heran jika harganya pun selangit.

4. Louis Vuitton Coquille d’Oeuf Minaudiere (2012. US$ 101,000)
Mungkin bisa dibilang, dompet kecil adalah dompet termahal yang pernah dibuat Louis Vuitton. Cukup unik karena eksteriornya dilapisi 12 ribu cangkang telur diremukkan.

5. The Kusama Pumpkin Minaudiere Jewel Bag (2012. US$ 133.500)
Tas berdesain labu polkadot ini adalah kolaborasi antara Louis Vuitton dengan seniman eksentrik Jepang, Yayoi Kusama. Kusama Pumpkin merupakan tas termahal pernah dijual Louis Vuitton dengan banderol harga setara Rp 1,6 miliar. Jumlah produksi amat sangat terbatas dengan hanya mengeluarkan 5 buah tas saja. Uniknya lagi, tas ini terbuat dari emas murni, bertabur manik-manik hitam dan logam terbaik di dunia.

Meskipun sudah beberapa dekade berlalu, Louis Vuitton tetap mempertahankan ciri serta kualitasnya dengan sungguh-sungguh. Bahkan bisa dibilang, desain tas Louis Vuitton timeless, karena desainnya tak lekang zaman. Hal tersebut akhirnya membuat merek ini tetap kokoh dan besar, meskipun berawal dari seorang pengangguran super berat.